Blog Pribadi Ratna Hanafi

Asinan Bogor versi Ry's Journey, Sajian Nikmat Saat Ngidam

3 komentar

Perempuan kalau sedang hamil kadang suka aneh-aneh. Pingin ini lah, pingin itulah. Kalau kata orang jawa itu namanya ngidam. Jurus andalan ngidam biar suami mengabulkan apa yang kita minta adalah dengan mengkambinghitamkan si bayi yang ada di perut. Setiap ngidam bilang aja kalau ngidamnya Moms itu bawaan bayi, adek bayinya yang minta. Biasanya sih suami pasti ngikutin apa yang kita minta, apalagi kalau ibu mertua ikut ngompor-ngomporin. Nanti kalau tidak dituruti anaknya ngeces terus setelah lahir loh. Langsung deh suami melakukan apa yang kita minta. Makanya, baik-baikin deh ibu mertua. Hihihi….

Saya Pernah ngidam asinan bogor. Sayangnya di Semarang enggak ada yang jual asinan Bogor. Kalau pun ada, saya enggak tahu di Semarang belahan mana yang jual asinan Bogor. Alhamdulillah saya bukan tipe yang aneh-aneh saat hamil, enggak sampai minta suami pergi ke Bogor hanya untuk beli asinan bogor. Beli satu porsi, sampai rumah enggak dimakan lagi. Kasihan kan. Jadilah saya mencari resep di internet, mengumpulkan bahan-bahan, dan mulai eksekusi. 

Dasarnya saya enggak mau ribet, apalagi waktu itu pas hamil gede. Kalau tidak salah hamil delapan bulan. Buah-buahan saya beli di tukang rujak keliling depan sekolah alam dekat rumah. Saya hanya beli satu porsi, karena yang suka asinan hanya saya. Daripada bikin banyak terus kebuang, mubazir. Setelah bahan-bahan terkumpul, mulai eksekusi.

Hari ini, setelah sekian lamanya tiba-tiba saya kangen asinan bogor lagi. Mau bikin, tapi kok masih malas yah rasanya. Tulis resepnya dulu aja kali yah. Hehe… Resepnya sudah disesuaikan dengan resep asinan yang pernah saya buat saat ngidam. Saya tidak menggunakan cuka. Saya cari bahan yang aman dan nyaman di perut saya, karena saat hamil saya ada beberapa bumbu-bumbu yang kemungkinan bisa berbahaya bagi janin dan ibu hamil. Sebagai gantinya menggunakan perasan air jeruk lemon dan air asam jawa.


Instagram : @ratnahanafi

Bahan buah-buahan :

1 buah Mangga muda

½ kg kedondong

1 buah nanas

1 buah bengkuang

1 buah timun

Bumbu-bumbu :

7 buah cabai merah keriting

500 ml air matang

1 sdt garam

200 gram gula pasir (Sesuaikan saja, saya agak lupa takarannya)

1 sdm asam jawa tanpa biji

3 sdm air perasan jeruk lemon/ jeruk nipis

Saya tidak menggunakan terasi karena tidak suka. Jadi optional yah.

Topping tambahan :

1 sdm Kacang tanah goreng

Cara membuat :

  1. Kupas dan cuci bersih semua bahan buah-buahan. Potong-potong sesuai selera atau bisa juga diparut kasar.
  2. Haluskan cabai merah.
  3. Didihkan air. Masukkan cabai merah yang sudah dihaluskan dan bumbu-bumbu lainnya kecuali perasan jeruk. Aduk-aduk hingga gula larut dan semua bahan tercampur.
  4. Setelah mendidih dan semua bahan bumbu tercampur, masukkan perasan air jeruk lemon. Aduk-aduk, koreksi rasa. Matikan api. Diamkan hingga dingin.
  5. Tata buah-buahan yang sudah dikupas bersih dan dipotong-potong di atas piring saji atau mangkuk. Siram dengan kuah yang sudah dingin.
  6. Masukkan ke dalam kulkas. Simpan beberapa jam agar bumbu meresap.
  7. Sajikan dengan taburan kacang tanah goreng atau optional saja sesuai selera.

Nah, itu tadi resep asinan bogor versi Ry's Journey. Sajian yang nikmat saat ngidam. Apalagi kalau disajikan dalam keadaan dingin dan dimakan di siang hari. Lebih terasa segarnya. Selamat mencoba dan menikmati.



#ODOP

#Day5

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

3 komentar

  1. Waah..nanti aku coba juga aah.

    BalasHapus
  2. duh ngiler jadi pengen coba

    BalasHapus
  3. Wah jadi ingat zaman kuliah dulu, suka di bawain teman dari bogor. Awal makan bagaimana begitu.maklum lidah orang jawa timur

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email