Blog Pribadi Ratna Hanafi

Berburu Kucing di Olshop dan Semangat Berliterasi

2 komentar

Assalamualaikum, Teman. Aku si Kucing. Aku mamalia kecil pemakan daging. Aku berbulu lembut. Ayo, berkenalan denganku!

Spoiler Halaman Depan

Kalimat di atas adalah deskripsi buku "Cerita si Kucing". Salah satu buku seri mengenal hewan yang ditulis oleh Kak Orin dan diterbitkan oleh Gema Insani. Buku "Cerita si Kucing" ini baru saja mendarat di rumah kami kemarin siang. Sayang sekali, Rian sedang tidur. Kalau tidak, dia pasti sangat antusias untuk ikut unboxing paket sambil berteriak "waaaoow...!" dan menyobek-nyobek kertas pembungkusnya. Jadilah saya sendiri yang unboxing paket.

Buku seri mengenal hewan yang diterbitkan oleh Gema Insani ini sebenarnya ada banyak. Hanya saja saya memilih salah satu serinya ini karena anak saya Rian suka sekali kucing. Sama seperti emaknya. Bisa dibilang sebenarnya saya sendiri yang suka dengan buku ini. Ilustrasi gambar di bagian cover depan dan belakangnya menarik, lucu, dan menggemaskan. Buku yang saya beli ini adalah cetakan ketujuh yang dicetak pada September 2019 M atau Muharram 1441 H. Covernya berwarna ungu.

Sssst... Kalian jangan bilang siapa-siapa yah. Ini antara kita saja. Sebenarnya saya ini sedang puasa beli buku. Saya sudah terlanjur berjanji sama Ayahnya Rian untuk puasa beli buku selama 10 bulan, karena sedang ikut arisan Super Hafidz (mau saya ulas, tapi nanti kepanjangan. Hehe... ). Puasa saya batal lagi  gara-gara buku ini. Kalau zaman single dulu saya paling tidak kuat menahan godaan untuk beli make up. Sekarang setelah punya anak, paling tidak kuat menahan godaan untuk beli buku. Apalagi kalau harganya murah, isinya worth it, dan ada promo-promonya. Cuss deh masukin keranjang belanjaan, check out, lalu bayar. Hehe...

Spoiler

Lanjut ke review bukunya yah. Buku ini tebalnya 24 halaman dengan ukuran 21 x 20 cm. Tipis sekali yah Moms. Eh, tapi walaupun tipis isinya berkualitas kok. Cocok sekali untuk Moms yang punya anak usia di atas satu tahun. Bahkan under satu tahun pun masih OK lah kalau tujuan moms beli buku untuk mengenalkan literasi ke anak sejak dini. Kenapa? Karena di setiap halamannya ada ilustrasi gambarnya yang sangat menarik untuk balita. Jangankan balita, saya saja senang melihat gambar-gambarnya di setiap halaman. Memanjakan mata sekali. Saya jadi teringat kucing saya yang sudah mati puluhan tahun yang lalu, saat saya masih SD. Duh, jadi sedih deh.

Spoiler

Sekarang lanjut ke bagian isi. Selain bukunya yang memuat ilustrasi gambar-gambar yang menarik, buku ini juga memuat pengetahuan tentang kucing. Di buku ini Kak Orin menuliskan kebiasaan kucing, makanannya, sampai dengan cara merawatnya. Bahasanya sangat mudah dipahami dan komunikatif. Setiap halaman hanya memuat dua sampai tiga paragraf dengan kalimat yang pendek-pendek. Memudahkan Moms saat bercerita. Moms bisa bercerita dengan suara nyaring sambil berekspresi. Anak-anak pasti suka.

Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Read Aloud

Saya paling suka membackan buku untuk anak-anak. Metode  yang saya gunakan adalah read aloud. Apa itu read aloud? Istilah gampangnya membaca nyaring.

Sejak Rian masih di dalam kandungan, saya sudah membacakan buku untuknya. Saya mulai membacakan buku dengan metode read aloud ini sejak usia kandungan empat bulan. Meski tidak intens, saya berusaha untuk membacakan buku di waktu senggang atau saat akan tidur siang. Saat itu buku yang saya baca bukan buku anak-anak, karena saya tidak punya buku anak-anak. Saya hanya punya buku-buku novel. Saya memilih membacakan novel Andrea Hirata "Cinta di dalam Gelas", karena di antara novel-novel saya, novel Andrea Hirata yang paling ringan dan cocok untuk saya bacakan ke calon anak saya saat itu (Nggak mungkin kan saya bacakan buku novel dewasa karya Sidney Sheldon. Hehe...).

Lalu, apa sih sebenarnya read aloudJadi, read aloud ini adalah salah satu metode membacakan buku untuk anak dengan suara nyaring. Metode ini diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya "The Read Aloud Handbook". Metode ini paling efektif untuk anak-anak karena dapat mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. Selain itu juga menciptakan pengetahuan yang menjadi dasar bagi si anak, membangun koleksi kata/kosakata (vocabulary), dan memberikan cara membaca yang baik (reading role model).

Moms bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. Tidak harus melakukannya saat menjelang tidur. Moms bisa melakukannya saat menunggu jadwal penerbangan pesawat di bandara, atau saat di dalam mobil sepanjang perjalanan menuju rumah nenek misalkan. Insya Allah, anak-anak suka dan tidak akan bosan.

Kapan membaca dengan suara kencang ini bisa diterapkan? Mengutip dari laman theAsianparent Indonesia, seorang pakar bernama Rossie Setiawan mengatakan bahwa metode membacakan buku dengan suara kencang ini sangat baik dikenalkan pada anak-anak sejak dini. Bahkan dapat dimulai sejak trimester ketiga kehamilan. 

Apa manfaat yang bisa didapatkan dari membaca dengan keras? Ada banyak sekali manfaatnya. 

1. Read aloud dapat mengembangkan imajinasi 

Saat kita membaca dengan suara keras disertai dengan gestur, tentunya ini mendorong kita sebagai pembaca untuk berimajinasi. Begitu pula dengan anak-anak yang mendengarkannya. Mereka akan berimajinasi tentang tokoh yang ada di dalam buku cerita. Hal ini mendorong kreativitas anak saat menemukan suatu masalah di kemudian hari

2. Melatih Indera Pendengaran

Anak-anak dapat melatih panca inderanya, terutama indera pendengaran. Mereka dapat mengenal berbagai intonasi suara, pengenalan tokoh, dan tanda baca.

3. Menumbuhkan Bounding antara Orangtua dan Anak

Anak-anak akan terbiasa dengan suara orangtuanya saat membaca buku. Saat membacakan buku, ada kontak 'skin to skin' yang membuat anak semakin merasa dekat dengan orangtua. Ikatan hubungan anak dan orangtua semakin kuat.

4. Melatih Fokus

Suasana yang menyenangkan membuat anak tertarik untuk mendengarkan dari awal hingga akhir. Tentunya ini akan melatih fokus anak untuk menyimak dan mendengarkan. 

5. Menumbuhkan Minat Baca 

Orangtua yang membacakan buku kepada anak, menjadi contoh baik bagi si anak. Menumbuhkan minat baca kepada anak karena anak-anak sudah terbiasa dengan buku-buku sejak dini.

Nah, itu tadi review singkat salah satu buku Gema Insani seri mengenal hewan dan manfaat dari read aloud. Selamat membaca dan menumbuhkan semangat berliterasi. 



#ODOP #Day3

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

2 komentar

  1. Sewaktu saya kecil, ibu saya suka membacakan read aloud. Sejak saya sudah mulai membaca, saya lebih suka membaca sendiri, sebagai gantinya saya dibelikan kaset sanggar cerita. Itu yang diputar sebelum tidur biasanya.

    Kalau jaman sekarang ada audio book buat anak-anak juga, mungkin bisa dicoba mbak. Terutama untuk audio book dengan bahasa asing misalnya, supaya pengucapannya tepat.

    BalasHapus
  2. Ada, audio book. Tapi Rian belum paham. Jadi masih disimpen di lemari. Umurnya baru 1,5 tahun. Aku keluarin sesekali aja utk pengenalan ke dia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email