Blog Pribadi Ratna Hanafi

Hyperbolic Clickbait? Jangan Diklik kalau Nggak Tertarik

33 komentar


Saya sering sekali mendengar istilah hyperbolic clickbait content. Sebagai orang awam dan pendatang baru di dunia blog, benar-benar nggak paham sama istilah itu . Mau tanya tapi gengsi, kalau nggak tanya cuma bisa diem melongo nyimak obrolan di grup ODOP. Padahal tugas keempat menuntut peserta untuk membuat artikel menarik tanpa ckickbait berlebihan. Nah, loh apaan tuh? Akhirnya saya putuskan untuk tetap diam, menunggu anggota grup lain yang tanya. Wkwkwk....

Suka bingung nggak sih bikin judul? Konsep sudah bagus, ide tulisan sudah ada, giliran bikin judul bingung.

'Gimana yah biar orang lain tertarik baca blog atau nonton content youtube gue?'
"Ahelah, timbang bikin judul enggak sampai dua menit udah jadi kali."

 Seringkali saya merasa bingung untuk membuat judul. Sudah selesai menulis, pas mau posting ternyata judul belum diisi. Mana pas posting mepet deadline. Belum lagi harus mengisi presensi, BW, mengisi grup link, batrai HP dan PC drop (curcol... Wkwkwkwk). Kurang dua menit, riweh nyari judul. 

"Ya itu kan elu. Gue enggak."

Pergolakan batin yang mana hanya saya yang tahu. Itu selalu terjadi di waktu-waktu mepet deadline. Ujung-ujungnya HP mati, PC mati, tulisan belum diposting, presensi belum diisi. Jadilah saya hutang tulisan (Curcol lagi wkwkwkwk). 

Semoga kalian paham setelah ini. Tapi hidup tetap keras. Hutang tetaplah hutang yang harus dibayar. Seleksi alam tetap berjalan, dan judul tetap harus ada. Ini sebenarnya lagi ngobrolin apa sih. Wkwkwkw.... Baiklah, fokus lagi ke materi.


Apa itu Clickbait?

Clickbait yaitu umpan klik. Istilahnya itu suatu cara content creator untuk mendatangkan banyak pengunjung di blog atau channel youtubenya atau media sosial lainnya dengan membuat berbagai judul menarik. Sebenarnya sah-sah saja. Toh kita bikin sebuah konten kan tujuannya memang untuk dilihat banyak orang. Hanya saja kalau judul dan isinya tidak relevan apalagi sampai menyimpang jauh jatuhnya jadi hyperbolic clickbait.

Ibu mertua saya siang tadi jadi korban clickbait (Sebenarnya sering, bahkan selalu). Sebut saja si anu membuat sebuah content dengan judul "Modal Nasi Sisa, Untung Jutaan". Dikliklah channel tersebut. Ditonton dari awal sampai akhir. Ada selingan iklan pula. No skip skip ads club. Jadi iklan berdurasi sekian detik pun diotonton sampai selesai karena Ibu mertua kurang paham caranya skip ads.

Si pembuat content berhasil memanfaatkan umpan klik. Singkat cerita yang terjadi kemudian adalah ibu mertua saya berkomentar, "Ohalah Maaaas... Mas... Ditonton dari awal sampai akhir ternyata bikin jipang. Ini mah saya juga tahu. Judulnya kok heboh banget. Kirain nasi sisa disulap jadi apaan." Saya hanya tertawa geli mendengarnya.

Menurut saya itu masih relevan antara judul dengan isi. Masih batas wajar. Saya pribadi sering menjumpai channel youtube yang judulnya heboh luar biasa, bikin penasaran. Begitu diklik, ternyata isi contentnya nggak relevan sama judulnya. Nggak nyambung sama sekali. Mana durasinya panjang, ditambah iklan. Buang-buang waktu. Bikin jengkel. Setelah itu, saya selalu amati channelnya. Ternyata memang begitulah caranya si content creator tersebut membuat judul. Setelah itu saya lebih berhati-hati lagi. 


Cara Menghindari Hyperbolic Clickbait Content

Judul yang menarik memang selalu membuat orang penasaran. Apalagi judul yang kontroversial. Lalu bagaimana caranya menghindarinya?

  • Perhatikan Judul Content. Para content creator memang selalu menggunakan permainan kata. Misalnya saja kata-kata yang menggunakan tanda tanya, atau mengandung unsur ajakan. Yang sering saya jumpai adalah kata-kata ajakan yang berlebihan. Contoh : "Jadi Jutawan dalam Satu Malam", "Jerawat Hilang sekejap dalam lima detik." "Mau langsing dalam tiga detik? Coba cara ini!" dsb. Kalau saya pribadi sudah langsung curiga dong. Terlalu berlebihan dan tidak realistis.
  • Kenali si Pembuat Konten. Jika sudah melihat judulnya, maka kenali siapa pembuat konten tersebut. Biasanya si pembuat konten memiliki pola yang sama dalam membuat judul untuk bisa menarik viewer.
  • Lihat Deskripsi singkatnya. Dalam sebuah mesin pencarian google biasanya terdapat deskripsi singkat di bawah judul. Kita bisa menyimpulkannya apakah isinya relevan dengan judul atau tidak. Begitu juga dengan kanal Youtube. Kalau saya pribadi biasanya saya lihat dulu deskripsi di bawahnya, selain juga melihat siapa content creatornya. 
  • Lihat Kredibilitas Sumber. Dalam dunia jurnalistik yang saya tahu ada istilah 'koran kuning'. Koran yang judul beritanya selalu bombastis tetapi isinya tidak relevan. Menurut saya tidak kredibel. Saya pun ada satu penerbit yang menurut saya kredibilitasnya perlu dipertanyakan, tapi tidak perlu saya sebutkan. Judulnya selalu menarik pembaca, tetapi setelah beberapa kali saya membeli bukunya dan membacanya, antara judul dan isi sangat tidak relevan. Bahkan beberapa buku ada yang hanya copas dari internet. Sejak itu saya selalu melihat penerbitnya terlebih dahulu sebelum membeli buku.


Kesimpulan

Last but not least, bijaklah menjadi pembaca atau viewer. Hati-hati dengan postingan yang hyperbolic clickcait content. Perbanyak refrensi agar kita lebih paham sumber-sumber yang relevan dan kredibel.




#ODOP
#OneDayOnePost
#ODOPBatch8
#TantanganPekan4
#Day23
 

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

33 komentar

  1. Mantap Kaka, setujuuuu💐
    Terimakasih ilmunya 💐

    BalasHapus
  2. Waaah, sudah ngerjain tugas. Terima kasih ilmunya Kaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... Terima kasih juga untuk kalian yang menginspirasi

      Hapus
  3. Aku paling kesel pas lihat judul berita, udah klik berkali-kali isinya hanya di paragraf akhir.

    BalasHapus
  4. cara jitu menjadi kaya dalam sekejap, nomor empat kamu bakalan kaget...... hehe. clickbait banget ya

    BalasHapus
  5. Noted, Kak..
    Makasih infonya..

    BalasHapus
  6. baca artikel clickbait serasa kena prank

    BalasHapus
  7. Wah. Tipsnya sangat bermanfaat, Kak. Terima kasih banyak. Oh, ya. utang bukan hutang, kalau di KBBI, Kak. 🙏😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iyah hutang yak. Utang mah bahasa alay hehe.... makasih udah ngingetin. Love U :*

      Hapus
  8. Sukaaa sama cara kakak ngebawain topiknyaa, kereen :) semangat terus kak

    BalasHapus
  9. Sama, alu juga suka jadi korban si clickbait, suka nyesel abis nge-klik ... Makasih infonya kak, sangat membantu 😊

    BalasHapus
  10. Nice artikel. Sangat bermanfaat, aku jadi dapat ide membuat judul yang clickbait

    BalasHapus
  11. Mantap... Penyampaian menghibur jadi pengen baca sampai selesai dikasih bonus senyam senyum sendiri. Makasih yaa terjawab lah kegundahanku tentang clickbait

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku berhasil bikin cklicbait berarti yah. Hehe... :)

      Hapus
  12. Mantapp. Untungnya judulnya bukan clickbait 😁

    BalasHapus
  13. duh....mengalir banget bahasanya, syukaaaa...

    BalasHapus
  14. no komen dah, keren abis

    BalasHapus
    Balasan
    1. No komen tapi komen yah hehe
      Love u deh buat kakak :*

      Hapus
  15. Keren tulisannya kakak, sangat menginspirasi

    BalasHapus

Posting Komentar