Blog Pribadi Ratna Hanafi

Manfaat Bermain Puzzle Bersama Anak

Posting Komentar


Puzzle Transportasi Seven Crayon


Puzzle adalah permainan menyusun potongan gambar. Material yang digunakan untuk permainan ini biasanya adalah kayu. Ada juga yang terbuat dari bahan kertas, karton, atau plastik. Terlepas dari bahan yang digunakan, puzzle adalah permainan yang menyenangkan. Tidak hanya anak-anak yang menyukainya, orang dewasa pun menyukai permainan ini.

Permainan ini menjadi salah satu media pembelajaran untuk anak-anak. Baik di sekolahan maupun di rumah. Saya yakin, dulu semasa sekolah di taman kanak-kanak, Moms dan Dads pasti pernah bermain puzzle saat istirahat atau sebelum pelajaran kelas dimulai. Begitu juga dengan anak-anak Moms dan Dads. Di rumah juga pasti ada permainan puzzle kan? 

Moms dan Dads bisa mulai mengenalkan permainan ini kepada anak-anak sejak usianya 10 bulan. Tentunya puzzle untuk anak usia 10 bulan berbeda dengan puzzle untuk anak di atas usia 12 bulan ke atas. Semakin tinggi usianya tentu semakin rumit permainannya.

Potongan-potongan puzzle biasanya berbentuk asimetris. Sebelum bermain, potongan-potongan diacak terlebih dahulu, barulah disusun kembali menjadi gambar utuh. Permainan ini tampaknya sederhana, tetapi ternyata memiliki banyak sekali manfaat, terutama bagi anak balita. Berikut manfaat bermain puzzle :

1. Mengasah Kemampuan Kognitif

Ada banyak tema puzzle. Mulai dari warna, bentuk, ukuran, sampai dengan karakter gambar. Bermain puzzle secara tidak langsung mengenalkan anak pada berbagai macam bentuk, warna, ukuran, dan gambar. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan kesadaran spasial anak. Mereka akan memahami lebih dalam topik dan tema yang sedang mereka susun.

2. Problem Solving

Bermain puzzle secara tidak langsung melatih anak dalam memecahkan permasalahan. Hal ini akan berguna bagi kehidupan mereka saat dewasa. Menyusun potongan puzzle membutuhkan strategi. Hal ini tidak mudah bagi anak-anak. Ketika mereka menemukan masalah ketidakcocokan gambar, mereka akan berpikir bagaimana caranya agar potongan ini sesuai dengan potongan yang lain dan menjadi gambar yang utuh. Mereka butuh jeda untuk berpikir saat menyusun potongan-potongan yang berbeda tersebut.

3. Melatih Kesabaran

Ada kebanggan tersendiri ketika anak-anak berhasil menyelesaikan tantangan. Moms dan Dads bisa memberi tahu kepada anak bahwa semua itu butuh kesabaran dan kegigihan. Bangun rasa percaya dirinya agar anak termotivasi untuk menyelesaikannya sampai akhir.

4. Mengasah Kemampuan Motorik Halus

Salah satu hal terpenting bagi anak-anak adalah perkembangan motorik halusnya. Bermain puzzle adalah salah satu cara untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Saat bermain puzzle, anak tentu saja akan melakukan gerakan mengambil,  menggenggam, menyusun, dan memindahkan potongan puzzle. Gerakan ini tentu saja merangsang perkembangan saraf motorik halus anak. Tangan dan mata anak akan berkoordinasi secara berkesinambungan. Mengembangkan keterampilan ini sejak dini, akan memudahkan anak kelak saat mereka mulai belajar menulis, menggambar, dan bermain alat musik.

5. Sosialiasi dan Team Work

Proses menyusun dan menyelesaikan puzzle membutuhkan kerjasama team. Saat bermain dengan Moms dan Dads anak akan bertanya dan mungkin juga meminta bantuan untuk menysusunnya. Begitu juga saat bermain dengan teman-teman, anak bisa bertanya, berdiskusi, dan mengasah bakat kepemimpinannya.

Ternyata banyak sekali yah manfaat bermain puzzle. Nah, Moms dan Dads sudah punya belum di rumah? Ada baiknya Moms dan Dads menjauhkan gawai dari si kecil dan bermainlah puzzle bersama mereka. Pastikan tumbuh kembang si kecil tidak ada yang terlewatkan.

#ODOP

#Day13

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email