Blog Pribadi Ratna Hanafi

Meracau

Posting Komentar

Ada seorang pria meracau di pelataran kampus. Ia mondar-mandir sambil mengacak-acak rambutnya. Pakaiannya lusuh dan penuh tambalan jahitan di mana-mana.  

"Ah... kacau! Kacau!" Ucapnya sambil berteriak.

Orang-orang yang melintas, dengan kendaraan ataupun berjalan kaki, tidak satupun peduli. Hanya menoleh sebentar, lalu pergi.

Dua orang mahasiswa yang kebetulan melintas, saling berpandangan. Salah seorangnya bertanya, "Gila ya?"

"Iya, gila." jawab temannya.

"Duh Gusti.... Kapan Engkau datang menjemputku? Aku lelah." Teriak si Gila sambil menutupi wajahnya. Ia duduk lunglai sekarang.

Ada cerita menarik tentang Si Gila yang pernah aku dengar. Dulunya si Gila orang yang waras. Mahasiswa kampus itu juga. Senang berorasi, mengkritik kebijakan kampus dan pemerintah. IPKnya tinggi. Seorang cerdas yang dikagumi banyak orang, terutama wanita.

Dia memiliki kekasih bernama Mega. Seorang wanita cantik dan cerdas namun tak beberakhlak. Berselingkuh dengan pria lain yang sudah mapan dan kaya. 

Hidupnya kacau semenjak kekasihnya itu berselingkuh dan meninggalkannya. Ia pun menjadi gila. Menceracau tak keruan. 

Ayah dan ibunya pernah membawanya kepada orang pintar, ke pak kyai, dan terakhir rumah sakit jiwa. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Pikirannya sudah dibutakan oleh cinta. 

"Megaaaa.... Megaaa.... Mengapakah Kau tegaaa meninggalkanku?" Lagi, si Gila Meracau sambil terduduk lunglai dan menangis tersedu-sedu. 

Anehnya, tidak ada satpam kampus yang mengamankannya. Dibiarkannya si Gila bebas berkeliaran di area kampus. 

Tiba-tiba akupun bertanya-tanya dalam hati. Apakah orang-orang gila akan dijatuhi hukuman pidana penjara ketika mereka melakukan tindak kejahatan? Menusuk seorang Kyai kyai misalnya. Lalu berdalih gila. 


#ODOP

#Day10

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar