Blog Pribadi Ratna Hanafi

Moms and Dads, Ajaklah Aku Bermain Bersamamu

Posting Komentar

Taken by Ratna Hanafi


Bermain merupakan kegiatan penting bagi anak. Bermain itu sendiri dapat mempengaruhi aspek pertumbuhan dan perkembangan anak. Aspek tersebut meliputi keterampilan berpikir, motorik, dan sosial emosi. Denggan demikian, kita dapat melihat bagaimana anak tumbuh dan berkembang melalui kegiatan bermain.

Aspek yang dapat diasah dalam kegiatan bermain yang pertama adalah keterampilan berpikir. Melalui bermain anak dapat menambah perbendaharaan kata, mengasah daya ingat, dan mengembangkan kreativitasnya. Bagaimana caranya? 

1. Belajar angka dan kelompok

Moms and Dads dapat melatih keteramplan berpikir anak dengan mengajak anak belajar angka dan kelompok. Contoh kegiatannya yaitu dengan mengelompokkan mainan mereka berdasrkan jumlah. Moms and Dads bisa bertanya kepada anak, "Ada berapa jumlah balok kayu adik?" kemudian menghitungnya berdasarkan kelompok warna atau ukuran.

2. Belajar bentuk dan ukuran

Cara melatih keterampilan berpikir anak selanjutnya adalah dengan belajar bentuk dan ukuran. Susunlah balok kayu atau puzzle. Melalui indera peraba dan penglihatannya, anak dapat membedakan bentuk dan ukuran balok atau puzzle yang dimainkan.

3. Belajar sebab akibat

Anak dapat belajar hubungan sebab akibat melalui kegiatan bermain. Suatu benda dapat bergerak karena ada suatu perilaku yang dilakukan. Contohnya, mendorong dan menarik mobil-mobilan, mendorong dan menarik kardus, menyusun balok dan menjatuhkannya.

Aspek selanjutnya yang dapat diasah melalui kegiatan bermain adalah aspek keterampilan motorik. Anak dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halusnya dengan bermain. Motorik kasar contohnya dengan mengajak anak bermain sepeda statis, bermain bola, dan petak umpet. Motorik halus contohnya kegiatan meronce, memungut benda-benda kecil dengan dua jari, dan bermain pasir. Dengan kegiatan tersebut, anak dapat memperkuat dan melenturkan otot tubuhnya, menyalurkan energi, dan meningkatkan kepekaan panca inderanya .

Aspek selanjutnya yaitu keterampilan sosial emosi. Melalui bermain, anak belajar bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain. Anak juga dapat belajar peran diri sebagai bagian dari masyarakat, peran jenis kelamin, mengenal aturan dan budaya. Anak dapat mengontrol emosi, belajar mengekspresikan diri, dan mengembangkan rasa kasih sayang terhadap orang-orang di sekitarnya.

Perlu diketahui oleh Moms and Dads, anak lebih membutuhkan interaksi orangtua dibandingkan lama waktunya bermain. Apa yang bisa dilakukan Moms and Dads?

1. Bantulah anak untuk menyiapkan alat dan tempat untuk bermain

2. Jelaskan kepada anak bagaimana cara menggunakan alat permainan yang ada

3. Bantu anak ketika dia merasa kesulitan saat bermain

4. Ikutlah bermain bermain bersama anak

5. Ajak juga anak untuk membereskan permainannya untuk melatih tanggung jawabnya.

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat. Next, Insya Allah saya akan menulis tentang ide bermain anak berdasarkan rentang usianya.


Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar