Blog Pribadi Ratna Hanafi

Ayam Umbaran atau Semi Intensif? Perhatikan Hal ini!!

Posting Komentar

Ayam saya, sebut saja Sintya, saat ini sedang mengerami telur-telurnya. Saya tidak tahu sudah berapa lama. Kalau melihat dari jumlah telurnya, sepertinya sudah sepuluh hari. 

Dia mengerami telur-telurnya di pekarangan sebelah rumah. Padahal kami sudah menyediakan kandang untuknya. Entah kenapa dia lebih memilih bertelur dan mengeraminya di sana.

Kemarin malam sintiya kehujanan dan dia tidak bergeming. Saya khawatir dia sakit. Apalagi proses mengerami telur tidak sebentar. Butuh waktu sekitar 21 hari sampai telur-telurnya menetas.

Pagi harinya, saat Sintiya sedang makan, Ayah pun menggeser kandang tepat di depan telur-telurnya. Asbes penutup kandang sengaja dimundurkan agar Sintiya tidak kehujanan saat mengerami telur-telurnya. 

Sebenarnya ayam kampung seperti Sintiya ini adalah ayam yang tangguh. Berbeda dengan ayam broiler yang mudah sakit. Tetangga depan rumah saya yang mengatakan itu. Dia bilang tidak apa-apa jika saat mengerami telur-telurnya kehujanan. Memang sifat alamiahnya seperti itu, liar dan kuat. Saya sedikit lega mendengarnya.

Cara Beternak Ayam Kampung


Buat kalian yang ingin beternak ayam kampung seperti saya, ada dua teknik yang bisa diterapkan untuk memeliharanya. Teknik umbaran dan teknik semi intensif.

Teknik yang pertama yaitu umbaran. Umbaran di sini maksudnya adalah dengan membiarkan ayam kampung berada di alam bebas. Kalian tidak butuh kandang yang besar, cukup sediakan kandang yang minimalis. Sekedar untuk bereduh dari panas dan hujan.

Teknik umbaran sangat cocok diterapkan di pedesaan. Biasanya orang-orang di pedesaan masih memiliki lahan pekarangan yang luas. Cara ini juga bisa menekan biaya pengeluaran untuk pakan. Ayam-ayam yang diliarkan cenderung lebih mandiri. Mereka bisa memperoleh makanan di alam bebas.

Hal yang perlu diperhatikan, karena dibebaskan, ayam sulit untuk dikandangkan. Proses bertelurnya pun asal-asalan seperti ayam saya, Sintiya. Dia tidak mau bertelur di kandangnya. Pemilik ayam harus ekstra mengawasi.

Teknik kedua, teknik semi intensif. Ayam dibebaskan, tetapi jangkauannya tidak luas. Ruang geraknya dibatasi. Ayam diberi kandang untuk berlindung dan bertelur. Setiap kandang berisikan satu pejantan dengan beberapa betina. Saya kira hanya manusia yang bisa poligami, ternyata ayam juga. Hehe...

Tujuan dari teknik ini adalah mempercepat proses perkembangbiakan. Selain itu ayam jadi tidak beringas. Hanya saja, pakan yang disediakan peternak jadi lebih banyak karena mereka tidak bisa mencari makanan sendiri.

Itu tadi dua teknik beternak ayam kampung. Semoga bisa dijadikan refrensi untuk kalian yang ingin beternak ayam seperti saya.


#ODOP
#Day49
Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar