Blog Pribadi Ratna Hanafi

Jatuh Cinta Pada Serabi Ngampin, Serabi Ambarawa

Posting Komentar


Saya ini penggemar jajanan pasar. Salah satu jajanan pasar yang saya suka adalah serabi. Kalian pasti tahu dong serabi. Itu loh, jajanan yang terbuat dari campuran tepung beras, gula dan santan. 

Ada banyak jenis serabi di Indondiesia. Salah satunya yaitu serabi Ngampin. Serabi khas dari Ambarawa. Nama Ngampin diambil dari nama kelurahan tempat serabi ini dijajakan di pinggir jalan. 

Sore itu (17/08), sepulang dari membesuk adik yang sakit di RS. Temanggung, saya dan keluarga pulang melewati jalur Semarang-Ambarawa. Suasana sedikit mendung, dan turun rintik hujan. Perut kami lapar karena siang hari belum makan. Suami bertanya kepada saya mau makan apa? Saya jawab ingin makan ayam di rumah makan biasanya, tapi suami saya mengatakan tidak pulang melalui jalur tempat warung makan tersebut berjualan. Akhirnya saya jawab, "Terserah."




Entah saya yang tidak pernah mengamati, atau memang pertama kalinya lewat jalur ini. Sesampainya di Ngampin, saya melihat banyak lapak serabi berjejer di pinggir jalan. Lapaknya kecil, hanya seukuran sekitar 1,5 m x 1,5 m. Kami pun berhenti di salah satu lapak serabi di pinggir jalan tersebut, tepatnya di depan kantor Kelurahan Ngampin.





Awalnya saya tidak berselera untuk memakannya karena serabinya berkuah. Saya tidak pernah suka serabi kuah, kurang cocok rasanya di lidah saya. Sore itu karena perut saya lapar, terpaksa saya memakannya. Saya terkejut ketika suapan pertama masuk ke mulut saya. Rasanya sangat enak, tidak seperti serabi kuah yang pernah saya makan. Teksturnya empuk, rasanya pun gurih bercampur manis. Kuahnya bukan hanya terbuat dari gula merah yang dicairkan, tetapi juga ada campuran santannya. Perpaduan rasa manis dan gurih yang nikmat. Ukuran serabinya pun menurut saya pas, tidak terlalu kecil, pun tidak terlalu besar. Harga satu porsinya Rp 5000, berisi 5 buah serabi. Cukup murah kan. Saking enak dan murahnya, kami pun membeli lagi 2 porsi untuk dibawa pulang.



#ODOP

#Day29






Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email