Blog Pribadi Ratna Hanafi

Mengapa Balita Harus Menangis Saat Terjatuh?

Posting Komentar

Rian pernah terjatuh dari kasur saat bayi. Sekitar usia lima bulan. Dia menangis kencang. Saya yang baru bebepara detik meninggalkannya ke dapur, terkejut dan segera berlari. Rasanya seperti tersambar petir. Ayah dan eyangnya memarahi saya karena kurang waspada. Pingin ikutan nangis, tapi malu. Jujur saja hati saya perih seperti tersayat sembilu melihat Rian jatuh dan menangis keras.

Pada kesempatan lain, di pertemuan keluarga. Kehadiran Rian di tengah-tengah keluarga barunya, menyedot perhatian para kerabat. Mereka menggendong, mencium, dan mengajak Rian bermain. Bude dari Surabaya senang melihat Rian. Kami sempat mengobrol. Kemudian saya bercerita tentang Rian yang menangis keras saat terjatuh. Saya terkejut melihat tanggapan bude. Beliau mengatakan kepada saya jika anak terjatuh dan menangis itu bagus. Orang tua bisa mengetahui di mana rasa sakitnya.

Saat itu saya belum paham mengapa anak kecil harus menangis saat terjatuh atau merasakan sakit. Setelah menonton drama korea Doctor John, dan mencari refrensi tentang penyakit CIPA, barulah saya tahu alasannya.

Rasa sakit adalah tanda bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Namun, dalam beberapa kasus di dunia, ada orang yang tidak bisa merasakan sakit. Baik itu dipukul, ditendang, atau terkena goresan pisau sekali pun. Tubuh yang tidak bisa merasakan sakit ini merupakan penyakit CIPA  (Congenital Insensitivity to Pain with Anhydrosis).

Normalnya, saat tubuh mengalami luka, ujung-ujung sel saraf akan mengirimkan pesan ke otak berupa rasa nyeri atau sakit. Selanjutnya, otak akan memberi perintah ke bagian tubuh tersebut untuk menjauh dari penyebab luka dan melakukan gerakan untuk melindungi diri atau mengurangi nyeri. Hal itu lah yang terjadi pada Rian saat terjatuh dari atas kasur. Ia merespon rasa sakitnya dengan menangis. 

Gejala CIPA

Penyakit CIPA merupakan penyakit genetik. Seperti dalam film Doctor John, penyakit CIPA yang diderita Dokter Cha diturunkan dari ayahnya. Di sebuah episode, ayah Dokter Cha batuk darah dan terjatuh. Ia memintanya untuk menelepon bantuan medis. Saat itu Dokter Cha masih kecil. Saat ditanya petugas medis di telepon, ia menjawab tidak tahu. Dari situ lah saya tahu kalau penyakit CIPA Dokter Cha merupakan penyakit turunan dari ayahnya.

Gejala dari penyakit ini memang belum terlihat jelas. Hanya saja orangtua perlu waspada ketika anak-anaknya hanya diam saja saat terjatuh, atau tergores sesuatu. Orangtua harus bertanya di bagian mana rasa sakitnya. Ketika anak menjawab dan menunjukkan letak rasa sakitnya, itu sudah cukup memberikan jawaban jika anak tidak menderita CIPA. Selanjutnya tinggal melakukan penanganan medis sesuai sakitnya.

Melansir dari laman kontan.co.id, gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Penderita CIPA biasanya akan menunjukkan gejala berupa ketidakmampuan intelektual, berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit, mudah marah, dan infeksi tulang atau osteomyelitis.

Penyakit CIPA disebabkan karena adanya mutasi gen NTRK1. Gen NTRK1 berfungsi untuk menginstruksi tubuh agar menghasilkan protein. Protein itu yang membentuk sel saraf pembawa informasi sakit, suhu, dan sentuhan. Mutasi gen membuat fungsi tersebut tidak berjalan semestinya sehingga seseorang mengalami penyakit CIPA.

Cara Penanganan CIPA

Melansir dari laman alodokter, CIPA hanya bisa dipastikan dengan pemeriksaan genetik. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit CIPA. Penanganan terbaik yang bisa dilakukan hanyalah mengajarkan penderita CIPA mengenai cara-cara mencegah cedera dan menganjurkannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Demikian pembahasan mengenai CIPA. Jika kalian tidak merasakan sakit saat terbentur atau terluka, bukan berarti kalian super man. Bisa berbahaya jika ternyata itu adalah CIPA. Segera lakukan pemeriksaan medis agar bisa segera diidentifikasi dan ditangani.




#ODOP

#Bayar hutang harian Day53



Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email