Blog Pribadi Ratna Hanafi

Daun Salam : Mengenal Tumbuhan, dan Ragam Manfaatnya

Posting Komentar



Waktu kecil dulu, saya tidak bisa membedakan mana daun salam dan daun jambu air. Bagi saya keduanya terlihat sama saja. Bahkan sampai kuliah pun saya tidak bisa membedakannya. Pernah suatu kali bude meminta saya untuk memetiknya. Kebetulan pohonnya bersebelahan dengan pohon jambu. Saya sempat bingung, kedua pohon ini berukuran kecil, hanya sekitar satu meter tingginya. Dalam keadaan tidak berbuah atau berbunga, tidak ada ciri yang membedakan keduanya. Bagi saya daunnya terlihat sama persis. 

Saya petik saja keduanya, lalu saya berikan kepada bude di dapur. Bude saya pun menjelaskan perbedaan keduanya. Saya diminta untuk mecium aromanya. Saya hanya manggut-manggut mengiyakan. Beberapa tahun kemudian setelah menikah, barulah saya bisa membedakannya. Hehe...


Daun Salam : Nama Ilmiah, Persebaran, dan Ciri-Ciri Tumbuhannya

Nama ilmiah tumbuhan salam adalah Syzygium Polyanthum. Agak susah yah melafalkannya. Tanaman ini merupakan salah satu spesies dari keluarga Myrtaceace. 


Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Awalnya tumbuh liar di hutan-hutan hingga tepi pantai. Dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1800 m diatas permukaan laut.


Tumbuhan ini juga memiliki banyak nama. Orang Sumatera mengenalnya dengan sebutan meselangan. Di Jawa tengah dan Jawa Timur disebut manting atau salam. Di Sunda ia lebih dikenal dengan nama salam. Sedangkan Di luar negeri, orang menyebutnya Indonesian bay leaf atau Indonesian Laurel. 

Ciri-ciri tanamannya :

  • tingginya bisa mencapai 30 meter dan lebar 1,3 meter.
  • berakar tunggal 
  • permukaan batang halus dan licin  
  •  daun berwarna hijau tua
  •  buahnya merah, dan ungu saat matang
  •  daun tunggal lonjong dengan panjang sekitar 5-15 cm, lebar 3-8 cm 
  •  daunya harum bila diremas 
Tanaman ini, sebagian besar tumbuh begitu saja tanpa pemeliharaan. Biasanya orang menjadikannya sebagai peneduh, sementara daunnya untuk penyedap masakan. Belum ada yang secara sengaja membudidayakannya secara besar-besaran. Padahal untuk membudidayakannya sangatlah mudah. Manfaatnya pun sangat banyak. Sayang sekali jika tanaman ini tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Cara Pembudidayaan

Buat kalian yang ingin membudidayakan tanaman ini, ada beragam cara. Bisa dilakukan dengan biji, cangkok atau stek. Di antara ketiga cara ini, yang paling mudah adalah menanam dengan biji dan stek. Untuk penanaman dengan biji, cukup dengan menanamnya di lubang tanam, dan sirami secara rutin. Jika sudah agak besar, pindah di area tanam yang lebih luas. Sedangkan stek, cukup dengan memotong batang yang masih produktif, lalu menancapkannya di tanah. Sirami secara rutin dan beri pupuk agar hasilnya maksimal.

Di halaman depan rumah saya, tanaman ini tumbuh begitu saja tanpa perawatan khusus. Kebetulan letakknya bersebelahan dengan kali kecil. Jadi saya tidak perlu menyiramnya setiap hari. Hanya sesekali saja saya sirami dengan air cucian beras dan bubuk kulit telor dari hasil limbah konsumsi rumah tangga. Bahkan sekarang sudah mulai tumbuh tunas-tunas baru dari biji-biji yang pernah jatuh dan saya biarkan begitu saja di tanah.

Sekedar informasi,  tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 hingga 700 mdpl dengan suhu udara 25 sampai 30 derajat Celcius dan curah hujan merata. Jenis tanah yang cocok adalah tanah berstruktur liat berpasir dengan kadar organik tinggi dan pH sekitar 5,5 sampai 6,5.

Manfaat Daun Salam 

Pohon salam memiliki banyak sekali manfaat. Mulai dari daun, akar, hingga batangnya. Semua dapat dimanfaatkan oleh manusia. Bisa sebagai penyedap masakan maupun obat herbal alami.

Ada banyak kandungan bahan kimia di dalamnya, seperti minyak atsiri, flavanoida, dan zat tanin. Selain itu, tanaman ini juga memiliki kandungan vitamin A, C, B6, dan B9 serta karbohidrat, kalori, mineral, dan serat. Kandungan minyak atsirinya sekitar 0,05%.

Mengutip dari tabloit KOKI edisi 28 April - 11 Mei 2011 edisi 200. Hasil penelitian beberapa ahli dari FMIPA Universitas Andalas dan Universitas Gajah Mada menemukan bahwa, hasil ekstraksi daun salam berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri E. Coli, Salmonella Sp. , dan Vibrio Cholerae. Mereka adalah bakteri penyebab typus, diare, dan kolera.

Lalu, apa saja manfaat daun salam? Berikut beberapa manfaat diantaranya :

  • Minyak atsiri berguna untuk melancarkan peredaran darah, mengobati pegal linu, mencegah penyakit yang berhubungan dengan saraf seperti stroke.
  • Zat Tanin di dalam daun salam berguna untuk mencegah diare
  • Daun salam juga bisa digunakan untuk mencegah komplikasi diabetes
  • Menurunkan kolesterol 
  • Bisa juga untuk obat maag
  • Obat asam urat
  • Meredakan peradangan sendi
  • Mengobati batuk dan juga penyakit kulit seperti gatal-gatal
Suami saya sering meminum air rebusan daun salam jika asam urat dan kolesterolnya tinggi. Kalau saya meminumnya untuk mengobati maag. Bagaimana dengan kalian? Semoga sehat selalu. 




Sumber : 

http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/1976/5396
https://alamtani.com/kandungan-dan-manfaat-daun-salam/
https://rimbakita.com/pohon-salam/

#ODOP

#Day26


Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar