Blog Pribadi Ratna Hanafi

Mie Instant Biasa vs Mie Instant Vegan, Kamu Pilih yang Mana?

8 komentar

  Mie Instant  


Hayo ngaku, siapa di sini yang suka sekali makan mie instant? Pasti semua suka makan mie instant. Baik yang berkuah maupun yang goreng. Saya pun suka. Ditambah irisan cabai rawit, bakso atau sosis dan sayur-sayuran tentunya akan menjadi lebih nikmat.

Jaman saya masih sekolah dulu, saya suka sekali makan mie instan kuah dengan topping cabai dan sawi hijau yang banyak. Terkadang juga saya campur dengan kangkung. Hampir setiap hari saya makan mie instant, sampai suatu hari saya sakit tipes. 

Awalnya tidak tahu kalau saya terserang tipes. Pagi sampai siang sehat-sehat saja, mulai sore hari sampai malam badan mulai demam, menggigil, dan sakit kepala. Tiga hari gejalanya selalu seperti itu. Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit untuk diambil sampel darah. ternyata saya sakit tipes. Dokter bilang penyebabnya terlalu sering makan mie instant, makan pedas, dan minuman bersoda. 

Faktanya, saat masih sekolah selain gemar makan mie instant,  saya juga gemar makan pedas dan minuman bersoda. Jangan tanya levelnya. Kalau ada level pedas 1-10, maka level pedas saya ada di angka 100. Setiap satu gigitan gorengan, cabai rawit yang saya makan 10-15 buah. Cabai rawit yang kecil-kecil yah, bukan yang besar. Hehe... Jadi kalau ada lima gorengan saya makan, dan setiap gorengan lima sampai enam gigitan, kalian kira-kira sendiri saja, berapa banyak cabai rawit yang saya makan. Setelah itu minumnya minuman bersoda. Kebayang nggak gimana isi perut saya?

Kembali lagi ke masalah tipes. Sampai akhirnya saya terserang tipes. Dokter meminta saya untuk berhenti mengkonsumsi mie, makanan pedas, asam, dan minuman bersoda. Satu bulan penuh saya benar-benar berhenti mengkonsumsi semua hal yang dilarang oleh dokter. Saya benar-benar trauma saat itu. 

Tiga bulan setelah sembuh, saya masih takut untuk makan cabai, dan saos. Saya harus memulai lagi dari level nol. Untuk minuman bersoda, sudah benar-benar saya hentikan sejak saat itu. Saya pun membatasi diri untuk mengkonsumsi mie instan. Dalam sebulan saya batasi dua atau tiga kali saja memakan mie instant. Bahkan akhirnya, tidak sama sekali. Saya mencoba untuk menerapkan pola hidup sehat.

Cinta Lama Bersemi Kembali di Semarang


Hidup sebagai perantauan yang tinggal di kos-kosan dengan gaji pas-pasan, tentunya harus berpikir bagaimana caranya bertahan hidup. Ini sangat berkebalikan dengan orang Amerika yang berpikir bagaimana caranya bisa sampai ke bulan, maka saya berpikir bagaimana caranya bisa bertahan hidup dari bulan ke bulan. Hehe...

Makan setiap hari masak sendiri. Hanya sesekali saja beli di warung. Kalau malam saya lebih memilih makan nasi kucing daripada makan mie instant karena harga mie isntant lebih mahal daripada harga nasi kucing. Itu prinsip saya. Berbanding terbalik dengan teman satu kamar saya. 

Awalnya saya tidak tertarik untuk ikut makan mie instant. Lama-lama karena seringnya teman saya makan mie instan dan minum kopi setiap malam, akhirnya saya pun tergoda. Iman saya luntur sedikit demi sedikit. Awalnya coba-coba, lama-lama ikut mengkonsumsi. 

Cinta lama pun bersemi kembali. Hampir setiap malam kami makan mie instan dan minum kopi. Dua Mie instant kuah dimasak dengan irisan 15-20 cabai rawit setan. Kalian tahu kan bentuk dan rasa cabai setan seperti apa? Satu buah saja sudah pedas luar biasa. Alhamdulillah, Allah bersama anak-anak kos yang hidup pas-pasan. Saya diberi sehat, perut saya baik-baik saja. Terima kasih ya Allah.

Setelah menikah, saya hidup bersama dengan suami dan ibu mertua di Semarang. Kami hidup serumah. Barakallah, saya langsung diberi amanah untuk punya anak. Selama hamil saya tidak boleh mengkonsumsi mie instant dan makanan pedas. Alhamdulillah kebiasaan saya makan makanan pedas dan mie instant mendadak berhenti begitu saja. Pun dengan kebiasaan saya mengkonsumsi kopi. 

Alternatif Mie Instant yang Sehat

Rian ini salah satu penggemar Mie, sama seperti ayahnya. Pernah suatu kali saya beri dia mie goreng instan karena dia tidak mau makan nasi. Dia memakannya dengan lahap. Setelah itu saya menyesal.

Sebagai orangtua, tentu saya ingin yang terbaik untuk Rian. Sudah menjadi kewajiban saya memberi makanan yang bergizi dan memantau setiap tumbuh kembangnya. Kegemaran Rian terhadap mie membuat saya berpikir untuk mencari alternatif mie instant yang sehat. 

Singkat cerita setelah saya melakukan riset pasar, akhirnya saya menemukan mie yang Insya Allah aman, sehat, dan pastinya halal untuk dikonsumsi. Terbuat dari bahan alami non MSG. 

Javara Noodle merupakan mie vegan yang terbuat dari MOCAF (Modiffied Cassava Flour) sehingga lebih rendah gluten. Pewarnanya terbuat bahan alami sayur-sayuran segar yang diolah tanpa MSG dan pengawrt. Mengandung vitamin dan zat besi. Insya Allah aman, dan sehat untuk dikonsumsi anak-anak maupun dewasa.



Javara Noodle tersedia dalam beberapa varian rasa :
  • Wortel (Mengandung Vit. A, Vit. C, Vit. B kompleks, fosfor, dan kalsium 
  • Brokoli (Mengandung serat, Vit. C, potasium, dan Vit. A)
  • Bayam (Mengandung Zat Besi, Vit. A, Vit. K, Vit. E, natrium, dan folat)
  • Sawi
  • Ubi
  • Tomat (Mengandung Vit. C, Vit. A, likopen, Vit. K dan natrium)
Bumbu mie instantnya pun terbuat dari bahan-bahan alami nonMSG. Satu porsi mie vegan Javara plus bumbu alaminya mencukupi kebutuhan kalori, tinggi serat, protein, natrium, dan yang paling penting adalah rendah lemak.

Mie vegan ini dapat diolah dengan dua metode :
  1. Cold method. Caranya merendam dengan air matang biasa, tidak perlu dimasak dengan kompor. Sangat cocok untuk para backpacker.
  2. Hot Method. Rendam pada air mendidih, tidak perlu direbus. Kalau mau direbus pun tidak apa, tapi saran saya jangan terlalu lama merebusnya agar manfaat nutrisi yang terkandung di dalam mie tidak hilang.
Praktik kan? So, masih pikir-pikir untuk beralih ke mie sehat? Yuk, beralih ke mi vegan Javara. Insya Allah, makan mie jadi lebih aman, dan tetap sehat.


#ODOP

#Day27



Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

8 komentar

  1. Aku dulu pernah mengenal mocaf
    Iya ya jadi lebih sehat

    BalasHapus
  2. Wah, keren nih . .. Jadi pengen nyoba 🤤

    BalasHapus
  3. harganya gimana kak? aman terkendalikah? :)

    BalasHapus
  4. ya ampun makan satu gorengan bisa jadi habis setengah kg cabe wkwkwkkwk

    BalasHapus
  5. Hehe.. Aku ayam geprek lv 1 aja udah ga kuat

    BalasHapus
  6. baru tau ada mie vegan lain selain maitri

    BalasHapus
  7. Jadi penasaran sama mie vegan

    BalasHapus
  8. Belum pernah makan mie vegan...

    BalasHapus

Posting Komentar