Blog Pribadi Ratna Hanafi

Nocturnal's Party

4 komentar

 

ratnahanafi.blogspot.com

Aku dan sintya sedang terlelap ketika tiba-tiba terdengar suara tangisan anak kecil dari dalam rumah. Suaranya begitu keras. Kemudian pintu pagar terbuka, dan seorang wanita keluar menggendong anak kecil yang sedang menangis tersebut.

Wanita paruh baya tersebut tampak sedang menenangkan si anak kecil. Ia mengatakan sesuatu yang tak kupahami apa arti ucapannya. Dari gesturenya, kepala yang menengadah ke langit dan tangan kanan menunjuk ke atas, sepertinya Ia mengatakan, “Hai Nak, lihat itu di langit ada bulan, indah sekali.” Ajaibnya, anak kecil tersebut langsung berhenti menangis dan tersenyum. Setelah itu mereka kembali ke dalam rumah. Aku dan Sintya kembali tidur.

Belum lama berselang, kudengar suara derap langkah dari arah utara. Sesuatu mendekat ke arah kami. Sesuatu dengan nafas yang berat. Sekarang ia berdiri di hadapan kami. Menatap dengan sorotan tajam dan menyeringai.

“Pablo!!Pablo!! Cepat kemari. Malam ini kita pesta besar!” Ia berteriak memanggil kawannya. Tidak hanya sekali, tapi dua tiga kali.

Kawannya yang bernama Pablo datang. Tubuhnya jauh lebih besar darinya, tapi terlihat ada dalam kuasanya. Ia pun menatap kami dengan tatapan tajam menyeringai.

“Kau serang dari bawah, Aku jaga di bagian depan.” Ucapnya memberi perintah pada kawannya.

“Siap Marco."

"Langsung saja kita serang... Sekarang!!”

Ah, Marco. Dialah Sang Pemburu. Sangat terkenal di wilayah ini. Matilah kami, dia terkenal kejam dan tidak memiliki hati nurani. Sudah banyak korbannya, tak satupun yang selamat. 

Dalam hitungan detik, serangan dimulai. Marco melakukan serangan umpan dari depan. Sintya terkejut, lalu berjalan mundur dan menabrakku. Tak sempat menahan diri, akupun tersungkur. Secepat kilat Pablo menyerangku di bagian kaki.

“Tolong!! Seseorang tolong kami!!” Teriakku keras sambil menahan serangan di kaki kiri.  

Pintu pagar terbuka. Si wanita keluar dari dalam rumah. Berteriak keras sambil mengacung-ngacungkan sapu di tangannya.

“Huuush!! Haaah!! Huush!! Haah!!” Teriak si wanita.

Pablo melepaskan cengkeramannya dan berlari menjauh. Marco berbalik menatap si wanita. Sekarang, yang terjadi adalah pertarungan antara si wanita dan Marco. Sementara kami selamat, meski kakiku harus terluka terkena gigitan Pablo.


#ODOP

#ODOPChallenge5

#OneDayOnePost

#Day32


catatan : Untuk ayamku, semoga lekas pulih. Love U both.

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

4 komentar

  1. Aduh..endingnya, gak ketebak . Bagus..

    BalasHapus
  2. Mau kutulis endingnya siapa yg menang, tapi nggak seru kayaknya. Mending ngambang aja ky gini. Terima kasih Kak Sofia udah komen. 😘

    BalasHapus
  3. Hahaha.. Endingnya luar biasa mba. Aku deg degan lho dari awal bacanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email