Blog Pribadi Ratna Hanafi

9 Cara Mengatasi Baby Blues yang Harus Moms Tahu

Posting Komentar

baby blues syndrome


Moms, pernah tidak merasa benci dengan bayi yang baru saja dilahirkan? atau mungkin sering mendengar kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri setelah melahirkan? Saya pernah begitu membenci bayi yang baru saja saya lahirkan, terutama di saat dia rewel dan tidak kunjung berhenti menangis. Kondisi ini dalam dunia medis disebut Baby Blues Syndrom atau Postnatal Blues Syndrome.

Satu minggu pasca melahirkan, saya benar-benar dibuat frustasi dengan kesibukan mengurus bayi. Belum lagi urusan domestik yang tak pernah ada ujungnya dan rasa sakit  pasca operasi melahirkan di bagian luka jahitan. Terkadang di saat bayi kita rewel, ada rasa jengkel, dan mungkin ingin menyakitinya. Alih-alih melakukannya, saya hanya mendekapnya erat-erat saat itu sambil ikut menangis dan mengatakan kepadanya kalau saya sedang lelah. Saya tidak pernah membayangkan merawat seorang bayi akan sangat melelahkan dan membuat frustasi. 

Apa itu Baby Blues Syndrome?

Baby Blues adalah suatu kondisi di mana seorang ibu merasa depresi pasca melahirkan. Hampir sekitar 80% ibu yang baru melahirkan mengalaminya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon pasca melahirkan. Setelah melahirkan, produksi ASI di tubuh moms meningkat, hal ini akan berpengaruh terhadap emosional moms.

Selain hormon, adanya tanggung jawab baru untuk merawat bayi dan kenyataan bahwa kehidupan akan berubah setelahnya, membuat emosi sering naik turun. Moms mudah lelah, marah, kecewa, dan sedih. 

Syndrom ini biasanya muncul setelah 2-3 hari bayi kita lahir. Umumnya berlangsung hingga dua minggu. Jika lebih dari dua minggu kondisi moms tidak kunjung membaik, ada kemungkinan moms mengalami depresi pasca melahirkan. Sebaiknya waspada, dan segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

Kenali Gejalanya 

Setelah moms tahu pengertiannya, yang perlu diketahui selanjutnya adalah gejalanya. Apa saja gejala yang muncul?

1. Menangis tanpa alasan yang jelas

2. Mudah merasa kesal pada hal-hal kecil

3. Cepat lelah

4. Mudah tersinggung

5. Sulit tidur 

6. Enggan untuk memperhatikan si kecil

7. Hilangnya rasa percaya diri

8. Nafsu makan menurun

Kenali Penyebabnya

Selain faktor hormonal, ada faktor-faktor lain yang menyebabkan moms mengalami baby blues. Faktor-faktor tersebut antara lain :

1. Faktor Kelelahan

2. Sakit pada payudara dan demam

3. Sulit untuk beradaptasi dengan kondisi dan tanggung jawab baru

4. Perubahan fisik pasca melahirkan

5. Pembagian tugas mengasuh anak yang tidak seimbang 

Cara Mengatasinya

Baby blues syndrome tidak hanya dialami oleh ibu baru. Beberapa ibu yang sudah pernah melahirkan juga berpotensi terkena syndorme ini. Setelah mengetahui pengertiannya, gejala-gejalanya, akan lebih mudah untuk moms mengatasinya. Berikut sedikit tips dari saya bagaimana mengatasinya.

1. Kenali dahulu gejalanya

2. Bertemulah dengan komunitas ibu-ibu baru untuk sekedar sharing pengalaman menjadi orangtua baru. Hal ini akan membuat moms merasa tenang.

3. Cobalah untuk berkomunikasi dengan pasangan mengenai pembagian tugas mengasuh anak dan tugas-tugas rumah tangga lainnya.

4. Jam tidur yang berantakan membuat moms mudah merasa lelah. Saat si kecil sedang tertidur, ikutlah tidur bersamanya. Hentikan aktivitas domestik atau jika memungkinkan serahkan tugas domestik kepada asisten rumah tangga atau lainnya.

5. Sempatkan waktu untuk refreshing, atau sekedar jalan-jalan di pagi hari bersama si kecil. Menghirup udara segar di pagi hari dapat membuat pikiran moms menjadi lebih segar.

6. Lakukan olahraga ringan

7. Lakukanlah pijat setelah melahirkan, terutama pijat laktasi agar payudara moms tidak sakit pasca melahirkan. 

8. Memanjakan tubuh dengan pergi ke spa juga dapat meredakan stress jika memungkinkan.

9. Jika merasa belum membaik, lakukan konsultasi rutin dengan psikolog agar baby blues moms tidak semakin memburuk.

Sekian tips dari saya. Semoga moms selalu dalam keadaan sehat. Baca juga artikel lainnya di sini.


Sumber refrensi : alodokter, halodoc, dan klikdokter

#ODOP

*remake artikel tanggal 19 November 2020


Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar