Blog Pribadi Ratna Hanafi

Lagu Anak-Anak yang Mulai Tenggelam

Posting Komentar

Suatu kali mamah pernah memperlihatkan sebuah video seorang balita berusia sekitar lima tahun menyanyikan lagu Judika dengan sangat baik. Ayahnya memainkan keyboard sebagai pengiring lagu. Mamah terlihat kagum, anak sekecil itu sudah pandai bernyanyi. Saya hanya tersenyum melihatnya.

Sejujurnya saya miris melihat anak balita bernyanyi lagu orang dewasa. Pernah juga saya melihat sebuah video tik tok balita bernyanyi lagu dangdut koplo.

Di era 90-an, lagu anak-anak mengalami kejayaan. Sebut saja Trio Kwek-kwek yang anggotanya terdiri dari Leony, Dhea Ananda, dan Alfandy. Mereka terkenal dengan lagu 'Katanya'. Kemudian ada juga Sazkia dan Geofany dengan lagunya yang berjudul 'Menabung'. Dinyanyikan bersama eyang Titiek Puspa. Lalu sederet penyanyi cilik lainnya seperti Maisiy, Chikita Meidi, Cindy Cenora, Bondan Prakoso, Tina toon, dan lainnya.

Sampai di tahun 2000-an lagu anak-anak masih mengalami kejayaan. Menyusul kemudian, muncul sederet nama penyanyi cilik seperti Sherina, Joshua, dan Tasya Kamila. Lagu mereka banyak dinyanyikan oleh anak-anak dan sering diputar di televisi, khususnya RRI.

Sayangnya, masa kejayaan itu sudah lewat. Dengan semakin berkembangnya zaman, lagu anak-anak pun perlahan mulai meredup. Acara-acara di televisi lebih banyak menyuguhkan lagu-lagu bertemakan cinta, dan patah hati ketimbang lagu anak-anak. Akhirnya generasi selanjutnya terkena dampaknya. 

Anak usia lima tahun sudah fasih menyanyikan lagu dangdut koplo, atau lagu-lagu bertemakan percintaan. Mungkin bagi sebagian orang itu hal yang lucu. Akan tetapi bagi saya justru terlihat miris. 

Memang butuh perhatian. Sayang sekali jika di usia mereka yang masih balita, seharusnya ditanamkan nilai-nilai moral, malah justru kebalikannya. Orangtua harus memperhatikan dan menjaga agar anak-anak menyanyikan lagu yang liriknya sesuai dengan usianya. 


*Bayar Hutang


Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email