Blog Pribadi Ratna Hanafi

Mengapa Pisang Raja? Pisang untuk Seserahan Pengantin

3 komentar






"Kalau untuk seserahan nikahan pakainya pisang raja Bu. Nggak boleh pisang yang lain. Sudah Ibu nggak usah repot-repot biar nanti saya yang carikan saja. Kalau saya kan sudah paham," ucap mamah memberi arahan melalui telepon kepada customer yang meminta dibuatkan seserahan untuk acara nikahan anaknya.

Mamah mertua saya selain membuat pastel, juga membuat seserahan nikahan. Sering kali dimintai pendapat dan menerima pesanan seserahan juga. 

Suatu kali saya pernah bertanya mengapa pisang yang digunakan untuk seserahan harus pisang raja? Jawabannya singkat karena memang sejak dulu adatnya seperti itu. Pisang raja itu rajanya pisang. Di antara jenis pisang, pisang raja ini yang paling bagus untuk acara seserahan. 

Sebagai tambahan pengetahuan, saya pun mencari tahu melalui laman pencarian google. Banyak sekali artikel tentang hal ini.

Dalam pernikahan adat jawa, biasanya saat lamaran calon mempelai pria akan membawa seserahan. Salah satu seserahan wajib yang harus dibawa adalah pisang raja. 

Selain untuk seserahan, pisang raja juga biasanya dipasang di kanan dan kiri pintu masuk rumah atau di muka pintu masuk tenda nikahan calon pengantin perempuan. Berdampingan dengan hiasan lainnya seperti janur kuning, dan kelapa muda. 

Pisang raja yang dipilih adalah pisang raja talun. Pisang raja yang paling bagus jenisnya. Pisang unggulan dan besar ukurannya. Pisang yang dipakai harus yang matang secara alami, bukan karbitan. 

Maknanya tentu saja diharapkan kedua mempelai yang menikah benar-benar sudah dewasa secara pemikiran dan perilaku. Seperti pisang yang tumbuh matang secara alami. Jenis varietas unggulan ini sebagai simbol kesuburan. Maknanya diharapkan setelah menikah kedua pasangan segera diberi keturunan dan mampu melahirkan benih yang baik.

Kata raja yang berarti kedua mempelai tidak hanya sebagai raja dan ratu saat acara pernikahan saja. Diharapkan bisa menjadi raja dan ratu dalam rumah tangga, bisa menjadi teladan yang baik untuk anak-anak dan cucu-cucunya kelak.

Pisang jenis ini juga sebagai simbol cinta sejati. Seumur hidupnya, pohon pisang ini hanya berbuah sekali. Itu sebabnya mengapa harha pisang talun cukup mahal. Selain jenis varietasnya yang unggulan, juga karena berbuah satu kali saja.

Harapannya pasangan pengantin bisa langgeng kehidupan rumah tangganya. Menikah hanya sekali seumur hidup dan selamanya sampai mati seperti pohon pisang raja talun  



#ODOP

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

3 komentar

  1. Di desa ku juga masih ada seperti ini. Kearifan lokal yang patut dilestarikan.

    BalasHapus
  2. Pantas ya namanya pisang raja, ternyata ia rajanya pisang ya... amboy.
    kalau di daerah saya, di acara nikahan biasanya yang di simpan kanan kiri rumah perempuan itu pisang emas yang kecil-kecil.
    Setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing ya, pastinya dengan filosofi berbeda-beda pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak memang berbeda-beda di setiap daerah. Bentuk kearifan lokal yang sudah jarang sekali dilakukan.

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email