Blog Pribadi Ratna Hanafi

Menikmati Pahit Kopi Di Balik Manisnya Gula

Posting Komentar

Aku bukanlah pecinta kopi. Bahkan jauh sebelumnya, aku sangat membenci kopi. Membenci rasa pahit kopi lebih tepatnya. Kuanalogikan, pahit sebagai hitam dan aku membenci hitam.

Apa yang bisa dinikmati dari sebuah kopi pahit? Bahkan semua makanan dan minuman pahit tidak ada yang bisa dinikmati. Mengapa orang dewasa begitu aneh, bukankah es krim lebih enak daripada kopi hitam? Pikirku saat masih kecil dulu.

Aku takut dengan hitamnya kopi. Tidakkah itu membuat organ tubuhku menjadi hitam jika meminumnya? Konyol sekali imajinasiku. Aku membayangkan kulitku menghitam setelah meminum kopi. Jantungku, paru-paruku, lambungku, dan semua organ dalamku hitam. 

Tentu saja itu hanya pemikiran seorang anak kecil. Kulitmu dan organ tubuhmu tentu tidak berubah hitam hanya karena kopi. Menghitamnya kulit karena Kau bermain layangan di tengah terik matahari Nak! 

Dulu aku adalah penikmat teh. Aku sangat menikmati suara gemerisik daun teh yang diseduh air panas. Aku sangat menikmati suara blub blub air yang keluar dari ketel air. Sangat menyenangkan.

Sempat terlintas di benakku untuk membuka warung teh. Apa menariknya warung kopi kalau yang punya warung saja tidak bisa menikmati secangkir kopi?

Aku tertarik dengan budaya minum teh orang Jepang. Kucari informasi tentang budaya minum teh orang Jepang. Namanya Chanoyu atau Chado. Kuamati bagaimana mereka minum teh. Ah, ternyata cukup rumit. Aku lebih suka dengan hal-hal yang praktis. 

Kuikuti perkembangan bisnis teh. Sepertinya tidak menjanjikan. Hampir semua orang lebih tertarik dengan kopi. 

Entah sejak kapan aku suka minum kopi. Yang jelas aku sering minum kopi sejak aku bekerja. Setiap malam begadang, segelas teh saja rasanya tidak cukup. Temanku sering meminum kopi ketika begadang, maka aku pun mecobanya. Sejak itulah setiap malam aku meminum kopi.

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email