Blog Pribadi Ratna Hanafi

Emak-Emak Ngeblog di ODOP Blogger Squad From Zero to Hero

Posting Komentar

 


Emak-emak ngeblog? Emang bisa? Jawabannya, tentu saja bisa. Di ODOP Blogger Squad banyak kok emak-emak ngeblog. Mereka punya profesi dan kesibukan yang berbeda-beda. Ada ibu rumah tangga, ada pula yang bekerja. Mereka membuktikan bahwa meski emak-emak, dengan segala kesibukannya, tetapi tetap bisa berkarya melalui tulisan.

Lah, terus kegiatan mengasuh anak, sama domestikan gimana? Sibuk nih. Pagi harus masak, ngepel, nyapu, nyuci, mandiin anak, dampingin anak sekolah daring. Terus siangnya bobo, sore ini itu, Malem capek, bla... bla... bla.... Nggak ada waktu buat ngeblog. Cukup Marimar!! Kamu enggak sendirian kok. Kembali ke passion masing-masing. Kalau kalian memang sudah niat dan punya big why , pastinya semua akan dimudahkan. Asyik loh ngeblog.

Awal Mula Sebelum Nyemplung di ODOP Blogger Squad (OBS)

Sebelumnya saya pernah cerita alasan terbesar ngeblog. Saya dapat informasi pendaftaran ODOP dari statusnya Mba Marita. Awalnya masih pikir-pikir, emang bisa yah satu hari satu tulisan? Kayaknya enggak bisa deh, sudah lelah membersamai anak dan domestikan. 

Next, teman saya share di status whatsapp dan facebooknya kalau tulisan recehnya berhasil dimuat di kolom Terjadi Sungguh-Sungguh Koran Merapi. Saya langsung panas. Kalau dia aja yang kerja bisa menulis, masa saya yang hanya ibu rumah tangga enggak bisa sih. 

Akhirnya saya kepoin teman saya bagaimana caranya kirim tulisan ke Koran Merapi. Terus dia kasih tahu caranya. Saya pun mulai menulis dan mengirim tulisan yang hanya satu paragraf melalui email yang dikasih teman saya. Sayangnya, tiga kali mengirim tulisan, tidak ada satupun yang dimuat. Wkwkwk...

Saya makin penasaran, kurang receh apa sih tulisan saya? Masa iya enggak ada yang dimuat. Sesulit itukah tembus ke sana? Huhu... 

Mulailah saya kepoin kolom ini. Dari ketidak sengajaan itu, saya terperosok ke blognya Mba Jihan yang menceritakan kisahnya mengirim tulisan ke Koran Merapi. Dari yang awalnya hanya ingin tahu tentang kolom Terjadi Sungguh-Sungguh, lalu satu kata kunci mengarahkan saya lebih dalam lagi ke artikel Mba Jihan lainnya. Kata kunci itu adalah ODOP.

Semakin dalam dan semakin dalam lagi, entah kenapa saya semakin tertarik untuk ikut komunitas ODOP. Saya yakin bisa. Tiba-tiba saya teringat kembali status Mba Marita. Langsung saja saya chat Mba Marita, menanyakan pendaftaran ODOP yang pernah dishare. Alhamdulillah ternyata masih bukaan pendaftaran. Dan jadilah saya masuk ke komunitas tersebut.

Bermula dari situlah, kemudian saya mengikuti alur dari komunitas ini. Selama 73 hari kami menulis, satu hari satu postingan. Peserta dibagi tiga grup kecil, blog, instagram, dan facebook. Saya memilih blog sebagai media menulis. Selama itu pula hidup saya seperti zombie. Haha... Alhamdulillah saya mampu melalui semuanya dan sampai di OBS dengan selamat.

Komunitas Apaan sih Ini??

Kalau ada yang tanya, "Komunitas apaan sih ini? Kok gue nggak tahu." Ok. Mulai dari sini, kalian semua bakalan tahu, ini tuh komunitas apaan sih. 

ODOP itu sendiri merupakan singkatan dari One Day One Post, yang artinya satu hari satu postingan. Ini adalah komunitas yang bergerak di dunia literasi. Lebih lengkapnya silahkan baca di sini.

Satu hal yang harus kalian tahu, komunitas ini memiliki anggota yang tersebar hingga keluar negeri. Mereka semua memiliki profesi dan latar belakang yang berbeda-beda. Jadi ini bukan komunitas kaleng-kaleng.

Setelah berhasil masuk dan ke komunitas ini dan lolos di tahap pertama, nantinya akan ada banyak program-program pilihan atau penjurusan yang bisa kalian pilih. Program-program tersebut antara lain RCO (Reading Challenge ODOP), OBS (ODOP Blogger Squad), OTM (ODOP Tembus Media), ONP (ODOP Nulis Platform). Dan saya memilih OBS untuk melanjutkan misi sebelumnya. Alasannya agar blog saya ini bisa terus berkembang dan nggak rayapan. Hehe...

OBS ada di bawah tanggung jawab Mba Jihan Mawaddah. Someone kedua yang membuat saya akhirnya nyemplung juga ke komunitas ini setelah Mba Marita. (Love love buat kalian, emak-emak blogger kece).

Di OBS kita belajar bersama-sama. Bukan sekedar belajar menulis, tetapi belajar bagaimana menjadi blogger kece dan profesional. Kabar baiknya, semua materi yang kita pelajari dari coach GRATISS. 

Coba kalian cek, materi apa saja yang di dapat di kelas-kelas blogger berbayar? Berapa rupiah kalian harus merogoh kocek untuk semua materi itu? Di komunitas ini kalian cukup modal kuota internet atau wifi. Yeaah....

Semuanya Gratis untuk Anggota

Dengar kata Gratis, siapa sih yang enggak mupeng. Apalagi emak-emak. Iya kan? Ngaku aja deh. Hehe...

Dari awal masuk komunitas ini, sampai sekarang, belum pernah sekalipun dimintain bayaran dari mimin-mimin grup ini untuk semua materi yang diberikan ke anggota. Tapi ya gitu deh, namanya kelas gratisan. Harus konsisten ngikutin semua rangkaian kegiatannya, termasuk ngerjain tugas-tugas yang diberikan, kalau nggak mau kedepak dari grup. Wkwkwk...

Tapi tenang aja, miminnya dan para coach semua baik-baik dan sabar-sabar kok. Mereka benar-benar membimbing dan mendampingi kita dengan tulus meski nggak dibayar sepeser pun.  Dan meski gratisan, semua materi yang diberikan benar-benar materi daging semua. Maa Syaa Allah, Jazakillahu khoir. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian semua.

Materi yang Dipelajari di OBS

Materi-materi yang dipelajari di OBS antara lain :

1. Bagaimana membuat dan membaca Google Analytic (GA)

2. Menentukan Niche blog

3. Bagaimana menaikkan DA/PA

4. Bagaimana Menulis sesuai SEO On dan off page

5. Monetize blog

Ucapan Terima Kasih

Special thanks to Mba Marita dan Mba Jihan selaku coach di ODOP Blogger Squad yang sudah dengan sabar membimbing para peserta tanpa pamrih. Kalian terhebat dan terkece.

Terima kasih juga untuk Mba Sakifah dan ketum 2021, Bang Zen. Terima kasih juga untuk ODOP yang sudah menjadi atap rumah dari OBS. Juga teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri. Semoga komunitas ini menjadi komunitas menulis terbesar tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara. 






Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.

Related Posts

Posting Komentar