Blog Pribadi Ratna Hanafi

Here I am, Welcome Back to My Blog

2 komentar

 

Here I Am



Here I am. Di komunitas Belajar Blog bareng Blogspedia (KBB Blogspedia). Belajar blog lagi dari nol dengan Mba Marita. Hehe...

Setelah hampir satu tahun berhenti ngeblog, dengan alasan yang saya sendiri nggak tahu kenapa. Tiba-tiba saja semangat untuk ngeblog hilang.

Jujur, selama hampir satu tahun ini, saya lagi ada di fase "capek banget" menjalankan peran sebagai seorang ibu rumah tangga. Ada kalanya ingin istirahat dari rutinitas. Terkadang saya berpikir, "Andai Ibu rumah tangga punya jatah cuti,  pingin rasanya ambil cuti, me time, pergi liburan sendirian tanpa anak dan suami."

Satu tahun pertama memang menyenangkan. Memasuki tahun ketiga, menuju empat tahun pernikahan, mulai terasa membosankan. Bahkan ujian demi ujian terus berdatangan silih berganti. 

Apakah hanya saya yang mengalaminya atau semua ibu rumah tangga akan mengalami kejenuhan yang sama pada waktunya nanti? 

Saya berusaha menghibur diri dengan mengatakan, "Tenang, kamu enggak sendirian kok. Hadapi setiap ujian yang datang, bukan hindari. Ingat, bahwa Allah tidak pernah memberikan beban melebihi kapasitas hamba-Nya."

Mungkin saat ini, saya hanya sedang mengalami Burn out. Butuh menggeser sedikit rutinitas yang ada. Inilah alasan saya kembali terjun ke dunia blogging. Kesehatan mental yang utama.

Meski awalnya ingin berhenti menulis.  Perlahan mundur teratur dari grup ODOP Blogger Squad. Hanya menjadi silent reader, sampai akhirnya terdepak dari grup. 

Sempat berpikir untuk tidak memperpanjang domain dan menghapus akun blog. Tetapi, entah kekuatan apa yang mendorong saya untuk akhirnya memilih tetap bertahan dan memperpanjang domain. So

Here I am. It's just me and you

And tonight, we make our dreams come true

It's a new world - it's a new start

-Bryan Adams , Here I Am-


Blogger yang Baik dan Tips Mengatur Waktu

Kenapa saya ngeblog? Sebenarnya sudah ada di blog saya sebelumnya.

Memang awalnya tertarik dengan penghasilan yang didapat teman-teman blogger dari menulis. Lumayan bisa untuk tambahan uang belanja bulanan dan jajan.

Selain itu,  saya pernah bercita-cita menjadi penulis. Termotivasi dari novel Lupus karya Hilman & Boim. Novel yang viral di era 90-an. Saya masih SD saat itu. "Seru kali yah kalau bisa jadi penulis seperti mereka," pikir saya saat itu.

Masuk SMP, mimpi untuk menjadi seorang penulis masih ada. Saya bertemu dengan teman satu frekuwensi saat duduk di bangku kelas 3 SMP. Kami saling bertukar cerpen untuk dibaca dan dikritisi.

Sempat berpisah antarnegara, karena sahabat saya harus ikut orangtuanya pindah tugas ke Rusia. Tetapi kami masih saling berkomunikasi dan saat itu masih saling bertukar cerita by email. 

Hmm… Sayangnya semua jejak tulisan kami hilang. Lebih tepatnya tidak kami simpan dengan baik. Kami tidak menghargai hasil karya kami sendiri.

Saya lupa judul dan isi cerpennya. Tapi saya masih ingat judul cerpen milik sahabat saya, "Aurora dan Pangeran Berkuda Putih". 

Sebenarnya masih ada satu sahabat saya yang satu frekuwensi. Sudah lama juga kami tidak berkomunikasi. Alhamdulillah impiannya untuk menjadi penulis sudah tercapai meski masih sebatas penulis indie.

Setelah kuliah, ada Raditya Dika yang membuat semangat menulis saya kembali meletup-letup. Sayangnya letupan itu hanya sebentar. 

Sibuk bekerja, membuat saya lupa akan cita-cita saya menjadi penulis. Saya lebih tertarik menjadi beauty vlogger. Hehe…

Uang hasil kerja lebih banyak terpakai untuk membeli make up. Mencoba dan mereview berbagai brand kosmetik yang beredar di Indonesia bersama teman-teman kerja. Mulai dari brand lokal sampai brand luar. 

Setelah menikah, dan punya anak orientasi saya berubah. Saya melupakan hobi dan semua cita-cita saya. Fokus menjadi ibu rumah tangga. 

Satu tahun, dua tahun berlalu. Mulai penat dengan rutinitas. Lelah dengan kegiatan domestik dan mengasuh anak. 

Saat itu saya bergabung dengan komunitas Ibu profesional dan komunitas menulis. Dengan harapan bisa saling sharing pengalaman, dan membakar kembali semangat untuk menjadi penulis.

Sayangnya,  bukan termotivasi justru saya merasa tertekan. Awalnya saya masih bertahan di grup meski hanya silent reader. Tetapi akhirnya saya memutuskan untuk leave grup demi kesehatan mental. 

Sampai suatu ketika, saya melihat status Mba Marita. Saat itu masih tergabung dalam satu komunitas menulis. Saya memilih Mba Marita untuk menjadi mentor saya.

Dari Mba Marita saya mulai mengenal dunia blogging dan bergabung dengan komunitas ODOP. Semangat saya kembali meletup-letup. Berharap bisa seperti Mba Marita dan teman-teman blogger yang sukses dengan passionnya.

Tetapi setelah terjun ke dunia blogging, ternyata tidak semudah itu. Setidaknya ada tiga point penting yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang blogger yang baik. Hal ini disampaikan oleh Mba Marita dalam kelas blogging.

Tiga point penting untuk menjadi seorang blogger yang baik, antara lain :

  1. Bermanfaat

Maksudnya adalah, tulisanmu bisa mengispirasi banyak orang. Walaupun hanya sebuah curhatan receh, setidaknya bisa menghibur banyak orang.

  1. Rajin Update

Namanya blogger, tentu harus rajin update postingan. Kalaupun tidak bisa setiap hari, setidaknya seminggu sekali.  

  1. Terus Belajar

Meski sudah profesional, tetap harus belajar dan belajar. Tidak cepat puas dengan apa yang sudah didapat.

Intinya adalah butuh ketekunan, konsistensi, dan keinginan untuk terus belajar agar bisa menjadi seorang blogger yang baik.

Selain tiga point di atas, tetapkan juga pembagiam waktu. Malu sih sebenarnya untuk berbagi tips, karena jujur saja saya belum bisa membagi waktu. Masih random dan berantakan. Yang jelas, saya memilih malam hari untuk menulis, saat anak sudah terlelap tidur. 

Here I Am Now, Kembali Menentukan Arah

Sekarang saya di sini. Belajar lagi dari nol di Kelompok Belajar Blog Bareng Blogspedia.

Saya tidak mau terlalu berharap. Dibikin santai saja, yang penting ada media untuk mencurahkan isi hati. 

Dulu saat kuliah ada seorang blogger yang sangat menginspirasi saya. Tulisan-tulisannya membuat saya termotivasi untuk mengikuti jejaknya menjadi seorang blogger.

Dia adalah Raditya Dika. Berawal dari blog, kemudian tulisan-tulisannya menjadi buku, dan bahkan difilmkan. Dia juga seorang stand up comedian yang sukses. 

Saya ingin seperti Raditya, meski tulisan-tulisannya terbilang konyol menurut saya, tapi cukup menghibur. "Kalau tulisan seperti ini saja bisa jadi buku, bisa menghasilkan, seharusnya saya juga bisa," pikir saya saat itu. Kalau tulisanmu tidak mengedukasi, setidaknya bisa menghibur. Hehe… 

Sekarang setelah menjadi ibu rumah tangga, saya lebih tertarik dengan dunia parenting,  kesehatan mental, kuliner, dan kecantikan. Ada beberapa blogger yang berhubungan dengan minat saya saat ini.  Mereka antara lain :

  1. Marita Ningtyas

  2. Jihan Mawaddah

  3. Nimas Ahsani

  4. Harumi P.S.

  5. Hey Theresia

  6. Grace Melia

  7. Rini Novitasari

  8. Mevlied Nahla

  9. Widyanti Yuliandari

  10. Lintang Gumilang

Bismillah… Semoga saya bisa seperti teman-teman blogger yang lain. Berbagi cerita, dan menginspirasi banyak orang.


#Diary Bunda Rian

Ratna Hanafi
Hai! Saya Ratna Hanafi. Seorang istri dan ibu rumah tangga yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Menulis adalah panggilan jiwa dan cara untuk hidup abadi.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

2 komentar

  1. Semangaaaat kakak. Aku puun juga pernah di fase itu.... jadi ibu emang ruaar biasa yaa, makanya butuh ngeblog ben rak ngganjel wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah terima kasih cik gu semangatnya. Serius aku abis nulis postingan ini, beban pikiranku langsung berkurang. Bisa senyum & menghadapi anak tanpa ngomel-ngomel. Hehe

      Hapus

Posting Komentar